Pages

Welcome Myspace Comments




Tampilkan postingan dengan label Tugas- Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas- Tugas Kuliah. Tampilkan semua postingan

Minggu

Bisnis


Pengertian bisnis menurut saya adalah suatu aktifitas ekonomi antara pihak produsen (penjual) dengan konsumen (pembeli) untuk pemenuhan kebutuhan dan kepuasan pihak konsumen, dimana pihak produsen mendapatkan laba atau keuntungan dari aktifitas tersebut.
Jika saya membangun sebuah bisnis. Saya ingin membuka bisnis di bidang kuliner. Karena semua orang butuh makan untuk kelangsungan hidupnya. Dan membuat sebuah menu yang unik tentu akan mengundang banyak orang untuk datang berkunjung dan menikmatinya. Dan tentunya saya akan mendapatkan keuntungan dari bisnis kuliner ini.  tidak hanya dibidang makanan berat tetapi juga makanan ringan.
Untuk pemasaran saya percaya pada kekuatan pemasaran dari mulut ke mulut. Tidak perlu menghabiskan uang yang banyak untuk memasang iklan, atau untuk membuat sebuah brosur yang akan diberikan ke orang- orang tetapi belum tentu orang itu akan membacanya. Biarkan konsumen yang datang untuk merasakan kelezatan dan kenikmatan makanan dari menu yang di tawarkan , maka orang itu akan bercerita ke orang lain kalau mereka telah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Pemasaran juga bisa dilakukan di media sosial seperti twitter, facebook, dan blog. Hanya dengan memasang foto produk yang di tawarkan, harga dan penawaran yang eksklusif, promo dan diskon, dan paket yang ditawarkan dengan harga yang lebih murah. Tentunya dengan zaman yang semakin modern, semua orang pasti memiliki akun media sosial. Dan sekali lagi, tidak perlu membuang uang banyak untuk memasarkan sebuah produk


I think Business is the economic activity between the producer (seller) and the consumer (buyer) to meet the needs and satisfaction of the customer, where producers get a profit and benefit from this activity
If I build a business. I'd like to open a business in the culinary field. because everyone needs to eat to survive. and create a unique menu that will certainly invite more people to come and enjoy it. and of course I would have benefited from this culinary business. not only in the field of heavy meals but also snacks.
For marketing, I believe in the power of word of mouth marketing. do not need to spend a lot of money for advertising, or to create a brochure that will be given to the people, but not necessarily the person will read it. let the consumers who come to experience the delights and pleasures of food from the menu is on offer, then that person would talk to other people if they have got what they wanted.
Marketing can also be done in social media such as twitter, facebook, and blogs. just to put a picture of the product on offer, prices and exclusive offers, promotions and discounts, and packages offered at a cheaper price. of course with the more modern era, everyone would have a social media account. and once again, no need to waste a lot of money to market a product

Tugas Softskill ( Bahasa Inggris Bisnis 2 )
Nama    : Dendy Raharjo
NPM     : 21210785
Kelas     : 3 EB 12

Kamis

Data Link Layer



Lapisan data-link (data link layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuah wide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini.

Lapisan data-link menawarkan layanan pentransferan data melalui saluran fisik. Pentransferan data tersebut mungkin dapat diandalkan atau tidak: beberapa protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsi Acknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan menggunakan checksumming). Pada kasus-kasus tersebut, fitur-fitur acknowledgment dan pendeteksian kesalahan harus diimplementasikan pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol Transmission Control Protocol (TCP) (lapisan transport).

Berhubungan dengan algoritma bagi komunikasi yang reliabel dan efisien antara dua mesin yang berdekatan, yaitu dua mesin yang secara fisik terhubung oleh sebuah saluran komunikasi yang secara konseptual bekerja seperti halnya kabel. Sifat penting sebuah saluran yang membuatnya menyerupai kabel adalah bit-bit diteruskan dalam urutan yang sama dengan sewaktu bit-bit itu dikirimkan.

Rangkaian komunikasi sering membuat kesalahan, memiliki laju data yang terbatas dan terdapat delay propagasi yang tidak nol antara saat bit dikirimkan dengan saat bit diterima. Keterbatasn ini mempunyai implikasi penting bagi efisiensi pemindahan data.
Tugas utama dari data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi data mentah dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, lapisan data link melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian lapisan data link mentransmisikan frame tersebut secara berurutan dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena lapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan data-link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame.

PENGERTIAN DATA LINK
Data link adalah medium transmisi antara stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data link control dipakai.

MASALAH RANCANGAN DATA LINK LAYER
Data link layer memiliki beberapa fungsi spesifik. Fungsi-fungsi ini meliputi penyediaan interface layanan-layanan baik bagi network layer, penentuan cara pengelompokan bit dari physical layer ke dalam frame, hal-hal yang berkaitan dengan error transmisi dan pengaturan aliran frame sehingga receiver yang lambat tidak akan terbanjiri oleh pengirim yang cepat.
Layanan yang disediakan bagi network layer Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer. Layanannya yang penting adalah pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.

LAYANAN YANG DISEDIAKAN BAGI NETWORK LAYER
Fungsi data link layer adalah menyediakan layanan bagi network layer, yaitu pemindahan data dari network layer di mesin sumber ke network layer di mesin yang dituju. Tugas data link adalah mentransmisikan bit-bit ke mesin yang dituju, sehingga bit-bit tersebut dapat diserahkan ke network layer.

TIGA LAYANAN DARI DATA LINK LAYER
1.      Layanan Unacknowledged Connectionless
Yaitu dimana mesin sumber mengirimkan sejumlah frame ke mesin yang dituju dengan tidak memberikan acknowledgment bagi diterimanya frame-frame tersebut. Tidak ada koneksi yang dibuat baik sebelum atau sesudah dikirimkannya frame. Bila sebuah frame hilang sehubungan dengan adanya noise, maka tidak ada usaha untuk memperbaiki masalah tersebu di data link layer. Jenis layanan ini cocok bila laju error sangat rendah, sehingga recovery bisa dilakukan oleh layer yang lebih tinggi. Layanan ini sesuai untuk lalu lintas real time, seperti percakapan, dimana data yang terlambat dianggap lebih buruk dibanding data yang buruk. Sebagian besar LAN menggunakan layanan unacknowledgment connectionless pada data link layer.
2.      Layanan Acknowledged Connectionless
Layanan inipun tidak menggunakan koneksi, akan tetapi setiap frame dikirimkan secara independent dan secara acknowledgment. Dalam hal ini, si pengirim akan mengetahui apakah frame yang dikirimkan ke mesin tujuan telah diterima dengan baik atau tidak. Bila ternyata belum tiba pada interval waktu yang telah ditentukan, maka frame akan dikirimkan kembali, mungkin saja hilangnya acknowledgment akan menyebabkan sebuah frame perlu dikirimkan beberapa kali dan akan diterima beberapa kali juga. Layanan ini akan bermanfaat untuk saluran unreliablem, seperti sistem tanpa kabel.
3.      Layanan Acknowledged Connection Oriented
Dengan layanan ini, mesin sumber dan tujuan membuat koneksi sebelum memindahkan datanya. Setiap frame yang dikirim tentu saja diterima. Selain itu, layanan ini menjamin bahwa setiap frame yang diterima benar-benar hanya sekali dan semua frame diterima dalam urutan yang benar. Layanan ini juga menyediakan proses-proses network layer dengan ekivalen aliran bit reliabel. Pada layanan connection-oriented dipakai, pemindahan data mengalami tiga fase (tahap) :
-          Fase I koneksi ditentukan dengan membuat kedua mesin menginisialisasi variabel-variabel dan counter yang diperlukan untuk mengawasi frame yang mana yang telah diterima dan mana yang belum.
-          Fase II, satu frame atau lebih mulai ditransmisikan.
-          Fase III koneksi dilepaskna, pembebasan variabel, buffer, dan resource lainnya yang dipakai untuk menjaga berlangsungnya koneksi.
Karena jarak dan peralatan, pengiriman informasi, dapat mengalami perubahan atau melemah. Umumnya interferensi listrik. Kesalahan timbul dalam bentuk burst yaitu lebih dari satu bit terganggu dalam satu satuan waktu.

FUNGSI DATA LAYER
  Penyediaan interface layanan yang baik bagi network layer
  Penentuan pengelompokkan bit dari phisichal layer ke dalam frame
  Mengurusi masalah error transmisi
  Pengaturan aliran frame pada penerima yang lambat dan pengirim yang cepat

FUNGSI SPESIFIK LAYER
Secara umum layer ini mengonversikan data dalam bentuk data frame dan bit. Secara spesifik layer ini memiliki beberapa fungsi, yakni:
1.      Mengubah paket ke dalam bit 1 atau 0 (biner) pada mesin pengirim dan mengembalikan bit-bit ke dalam paket pada mesin penerima.
2.      Menangani frame data di antara Network layer dan Physical layer.
3.      Menerima paket data dari Physical Layer (ke dalam frame data) kemudian dihantarkan ke Network layer.
4.      Bertanggung jawab atas keutuhan frame yang ditransfer ke komputer lain dengan melintasi Physical layer.
5.      Menetapkan metode yang diperlukan untuk mentransmisikan dan menerima data dalam jaringan; bisa terdiri atas kabel, device yang digunakan untuk menghubungkan NIC ke kabel, signaling yang menghantarkan dan menerima data, serta kemampuan mendeteksi sinyal eror dalam media jaringan.

BEBERAPA PROTOKOL YANG MENGGUNAKAN LAYER
Protokol ini adalah :
1.      Logical Link Control: koreksi eror dan flow control, mengelola link control dan menetapkan SAP-SAP
2.      802.1 OSI Model
3.      802.2 Logical Link Control
4.      Media Access Control: berkomunikasi dengna card adapter, mengontrol tipe media yang digunakan
5.      802.3 CSMA/CD (Ethernet)
6.      802.4 Token Bus (ARCnet)
7.      802.5 Token Ring
8.      802.12 Deman Priority
9.      IEEE 802
10.  IEEE 802.2
11.  ISO 2110
12.  ISDN

PAKET DATA
Paket dari lapisan jaringan akan ditransportasikan dari host sumber ke host tujuanà melewati jaringan fisik yang berbeda.
Bentuk media dari jaringan fisik tersebut adalah :
-          copper wires
-          Microwaves
-          optical fibers
-          satellite links.

1.      Sebelum ditransmisikan data dibagi menjadi paket yang kecil-kecil, karena
-          Jaringan tertentu hanya dapat menerima paket dengan panjang tertentu
-          Jenis flow control tertentu akan efisien jika berita di bagi dalam paket-paket kecil
-          Agar pengiriman jaringan tidak didominasi oleh user tertentu. Dengan paket data user di berikan batas jumlah paket yang dikirimkan
-          Paket data yang kecil hanya perlu buffer kecil pada bagian penerima
2.      Data juga tidak boleh di potong terlalu kecil, karena :
-          Setiap data memerlukan bit overhead (address, control field, flag, dll)
-          Waktu pengiriman > pemrosesan sebuah paket yang besar


Lapisan Data link melaksanakan 2 layanan dasar :
-          Membiarkan lapisan diatasnya untuk mengakses media dengan menggunakan teknik seperti framing.
-          Mengendalikan bagaimana data tersebut diletakkan pada media dan dapat menerima dari media menggunakan teknik seperti pengendali akses media dan deteksi kesalahan. 

Disusun Oleh:
Arinda Septricia, Citra Ayuananda, Dendy Raharjo, Erlyn Yunita, Hijjatullaily, Kenlly, M Fajar Suseno, Rizqi Izzati, Yuliana Wardani - 3EB12


Senin

Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Perusahaan


1. Efisiensi Perusahaan Koperasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya dilandasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu, koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.

  • Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi
  • Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisien
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
a). Manfaat Ekonomi Langsung (MEL)
yaitu manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya
b). Manfaat Ekonomi Tidak Langsun (METL)
yaitu manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.

> Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL +METL) - BA

> Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung  dengan cara sebagai berikut:
MEL = EfP + EfPK +EvP + EvPU
METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi:
a). Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan
                Anggaran biaya pelayanan
 Jika TEBP < 1 berarti  efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota

b). Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi Biaya Usaha
                Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya usaha

2. Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif
Rumus perhitungan efektivitas koperasi (EvK) adalah sebagai berikut:
EvkK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
          Anggaran SHUk + Anggaran MEL
Jika EvK > 1, berarti Efektif

3. Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika O>1 maka disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktifitas Perusahaan Koperasi adalah:
PPK (1) =        SHUk           x 100%
                 Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 Modal Koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp... 

PPK (2) = Laba bersih dari usaha dengan non anggota x 100%
                                   Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp...

4. Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan koperasi selain merupakan bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi, juga merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Dilihat dari fungsi manajemen, laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi
Laporan kauangan koperasi pada dasarnya tidak berbeda dengan laporan keuangan yang dibuat oleh badan usaha lain. Secara umum laporan keuangan meliputi neraca, Perhitungan hasil usaha, Laporan arus kas, Catatan atas laporan keuangan, laporan kekayaan bersih sebagai laporan keuangan tambahan.
Adapun perbedaan yang pertama adalah bahwa perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang diterima oleh anggota dan bukan anggota.
Perbedaan yang kedua adalah bahwa laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal penggabung dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai akyiva bersih yang rill dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal koperasi mempunyai perusahaan dan unit unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka disusun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.

Kamis

Pemutusan Hubungan Kerja


PROSES PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

Proses Pemutusan Hubungan Kerja mempunyai 5 Sub Bab, yaitu :
1.     Pergantian Tenaga Kerja
Dalam arti luas, pergantian tenaga kerja merujuk pada perpindahan karyawan ke dalam dan keluar dari suatu organisasi. Dalam menangani pemutusan hubungan kerja, sasarannya bukanlah peniadaan karyawan seluruhnya. Beberapa pemberhentian karyawan memberi manfaat bagi perusahaan dalam hal para karyawan yang meninggalkan perusahaan dapat digantikan dengan karyawan yang lebih bermutu.

2.     Pensiun
Pensiun merupakan suatu peristiwa penting dalam daur kehidupan seseorang, dan organisasi mempunyai kewajiban utama dalam memudahkan peralihan dari suatu tahap ke tahap yang lain.
2.1  Pensiun Wajib dan Pensiun Sukarela
Umur pensiun wajib telah ditentukan dalam perusahaan. Misalnya umur paling umum adalah 55 tahun.
Pensiun sukarela dapat mengajukan pengunduran diri kepada pengusaha secara tertulis tanpa paksaan/intimidasi. Terdapat berbagai macam alasan pengunduran diri, seperti pindah ke tempat lain, berhenti dengan alasan pribadi, bahkan di PHK perusahaan tersebut dan lain-lain.
2.2  Daur Pensiun
Tahap pertama, dimulai beberapa tahun sebelum tanggal pensiun yang sebenarnya. Menyediakan 2 unsur yang paling pokok dari pensiun yang berhasil yaitu jaminan keuangan dan kemampuan untuk menikmati hidup.
Tahap kedua, terjadi menjelang peristiwa pensiun itu dan membuat kenyataan tentang pensiun yang sudah dekat itu menjadi sangat jelas.
Tahap ketiga, yaitu tahap “bulan madu” orang bergelimang dalam kebebasan yang baru ditemukan dan melaksanakan khayalan-khayalan sepanjang keuangannya mengizinkan
(berpergian)
Tahap keempat, jika kehidupan pada akhirnya menjadi mundur, bulan madu itu berakhir dan sejumlah kekecewaan tertentu muncul.
Tahap kelima, tahap orientasi ulang (reorientasi) mencoba menyusun suatu gaya hidup yang dapat berjalan selama bertahun-tahun.
Tahap keenam, tahap stabilitas mengembangkan suatu falsafah dan pola pengambilan keputusan yang menghasilkan suatu kehidupan yang cukup sibuk, dapat diramalkan, dan memuaskan.
Tahap ketujuh, tahap penghentian dimana dia dapat berdiri sendiri lebih lama. Hilangnya kemampuan status tubuh atau dukungan keuangan mungkin memberi tanda berakhirnya pensiun.
2.3  Berbagai Program Pensiun
Program-program yang efektif akan mengurangi ketidak-pastian karyawan, mengurangi kekhawatiran tentang kesehatan, mengurangi kecenderungan untuk merindukan pekerjaannya yang lama, memungkinkan suatu pengaturan penghasilan pensiun yang lebih memuaskan, dan meningkatkan jumlah partisipasi social pada pihak pensiunan.
2.4  Berbagai Rencana Penghasilan Pensiun Pemerintah dan Swasta
Rencana Pemerintah, tunjangan-tunjangan yang diberikan berdasarkan program Jaminan Sosial dibiayai oleh majikan dan karyawan dalam jumlah yang sama.
Rencana Swasta, tunjangan yang diberikan oleh Jaminan Sosial bagi sebagian besar pensiunan tidaklah memadai, akibatnya para majikan dan serikat buruh telah bergerak untuk menyusun rencana-rencana swasta guna melengkapi tunjangan pemerintah.

3.     Pemberhentian
Seorang karyawan yang memenuhi syarat akan dibebaskan dari pemberhentian karena organisasi itu tidak lagi memerlukan jasanya. Pemberhentian dapat bersifat sementara karena perusahaan sedang menyesuaikan diri dengan variasi dalam permintaan pasar atas produknya. Pemberhentian itu dapat juga untuk selamanya karena perusahaan menutup usaha atau pindah ke tempat yang jauh.
3.1  Kompensasi Pengangguran
3.2  Kompensasi Pengangguran Tambahan
3.3  Rencana California

4.     Penempatan Di Luar
Jika perusahaan-perusahaan terpaksa melakukan pengurangan personel secara besar-besaran, maka ada keputusan yang sangat sulit yang harus diambil sehubungan dengan kegiatan-kegiatan mana yang harus diperhatikan, dan karyawan mana di dalam perusahaan itu yang harus dibiarkan meninggalkan perusahaan. Pada umumnya, sebagian besar perusahaan memanfaatkan situasi tersebut untuk melepaskan personel yang berprestasi lebih jelek, mereka yang gajinya telah tumbuh sampai melampaui nilai yang diramalkan, dan mereka yang walapun bukan tidak mampu, tidak mempunyai kekuatan-kekuatan nyata yang dapat diidentifikasikan untuk dibangun pada masa mendatang.

5.     Pemecatan
Metode pemutusan hubungan kerja yang paling menegangkan dan tidak menyenangkan adalah pemecatan. Jika ada alasan pemecatan, karyawan tersebut tidak berhak atas kompensasi pengangguran dalam sebagian besar Negara bagian.
5.1  Pemecatan terhadap Personel yang Bukan Anggota Serikat Buruh
5.2  Pemberhentian Personel Penting
Satu-satunya alasan untuk membenarkan pemberhentian orang penting adalah adanya kebutuhan yang serius untuk memperbaiki organisasi. Hal yang sangat membantu bagi proses ini adalah penggunaan konsultan dari luar yang dapat memaksa manajer untuk memeriksa alasan bagi pemberhentian yang diusulkan itu demikian juga halnya dengan proses-proses yang harus diikuti.





Komentar

My Visitors

free counters