Pages

Welcome Myspace Comments




Sabtu

Transformasi Industri

Industri adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya.  Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan ( ekonomi ) yang berhubungan dengan bumi , yaitu sesudah pertanian , perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.  Kedudukan industri semakin jauh dari tanah , yang merupakan basis ekonomi , budaya dan politik.
Sejarah ekonomi dunia menunjukkan bahwa industrialisasi merupakan suatu proses interaksi antara pengembangan teknologi, inovasi, spesialisasi produksi, dan perdagangan antar negara yang pada akhirnya sejarah dengan meningkatnya pendapatan masyarakat mendorong perubahan struktur ekonomi di banyak Negara dari yang berbasis pertanian menjadi industry. pengalaman hampir semua Negara menunjukkan bahwa indusrialisasi sangat penting karena menjamin pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Fakta di banyak Negara menunjukkan bahwa tidak ada perekonomian yang betumpu pada sector-sektor primer mampu mencapai PN per kapita diatas U$$ 500 selama jangka panjang. Rute industrialisasi telah menunujukkan bukti-bukti keberhasilan bagi Negara yang sekarang disebut dengan Negara industri maju.Keberhasilan ini telah banyak berkembang,seperti Indonesia yang telah berhasil mendapatkan kemerdekaan di perang dunia II sehingga mencoba menerapkan model pembangunan yang telah berhasil di Negara-negara industry maju.
Macam-macam Industri Berdasarkan Tempat Bahan Baku
1.       Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan dan lain-lain.
2.      Industri nonekstaktif Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3.      Industri fasilitatif Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

Golongan / macam Industri Berdasarkan Besar Kecil Modal

1.       Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
2.      Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1.       Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry). Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2.      Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry). Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3.      Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry). Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1.       Industri primer. Adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2.      Industri sekunder. Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3.      Industri tersier. Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Transformasi Industri Telekomunikasi
Masyarakat Indonesia saat ini sudah sangat jenuh dengan tawaran produk dan industri telekomunikasi yang itu-itu saja.  Hampir semua provider menghadirkan layanan yang serupa, mulai dan voice, sms, layanan data, mng dan lainnya. Padahal masyarakat membutuhkan layanan lain yang lebih inovatif.
Salah satu kesempatan industri telekomunikasi untuk mengembangkan inovasinya adalah melalui penyediaan, multiple sim card. Itu karena, menurutnya, akan memberi kesempatan lebih besar dan memberi optimisme kepada industri telekomunkasi untuk memasuki babak baru, yaitu babak pelayanan broadband base service (BBS).
Pada era BBS mi segmentasi pasar tidak lagi menjadi mass market, namun akan fokus pada spesific mar-ket. Karena Indonesia tidak seperti Singapura yang hanya satu pulau, maka komunitas dan segmentasinya jauh lebih luas. “Kita harus mengetahui betul apa spe-Sffik tuntutan, spesifik permintaan di suatu daerah dan spesifik di komunitas
Kalau telekomunikasi gagal mentransformasikan dirinya ke arah sana, maka industri itu akan rapuh. Telkomsel sebagai provider terbesar dan memimpin mobile provider di Indonesia, mulai di bulan Januari mempunyai inisiatif yang berhubungan dengan bisnis baru, yaitu Business Connect.
Business Connect (BC) adalah solusi konektifitas bisnis berbasis web untuk mengoperasikan email, instant messaging, kalender, office operation tools, dan document yang secara lebih produktif. Ini adalah suatu aplikasi yang memanfaatkan Google Application (Google Apps) sebagai solusi bisnis bagi pelanggan korporat yang didukung jaringan mobile broadband terluas dan berkualitas seperti Telkomsel.
Solusi BC menyediakan kapasitas penyimpanan email 50 kali lebih besar dibanding inbox biasa, penyimpanan spam terintegrasi, translasi ke lebih dan 40 bahasa, pencarian, dan layanan instant messaging dalam bentuk voice dan video chat terintegrasi.
Melihat dari strategi transformasi teknologi & industri, maka program penguasaan dan teknologi pada tahap awal (tahap pertama, kedua, ketiga) lebih dititik beratkan pada aspek pengalihan dan penguasaan teknologi di industri, dengan dukungan laboratorium-laboratorium penunjang yang selama ini dikoordinasikan di bawah puspiptek. selanjutnya, pada tahap keempat (penelitian dasar) dari strategi transformasi itu yang pelaksanaannya dapat dilakukan di laboratorium-laboratorium puspiptek dapat dikaitkan dengan lembaga litbang lainnya.
Pengembangan teknologi lebih mengarah kepada technology push, dimana penguasaan iptek didasarkan atas kegiatan penelitian karena rasa ingin tahu lebih banyak dan bagaimana pengembangan selanjutnya, tanpa atau sedikit mempertimbangkan aspek kebutuhan pasarnya.
Dewan riset nasional anggotanya terdiri dari para pakar dan Manajer litbang, sejak berdirinya dewan tersebut telah Menghasilkan apa yang disebut dengan program utama nasional Riset dan teknologi (punas rister) yang meliputi :
(1). Program utama kebutuhan dasar manusia;
(2). Program utama sumberdaya alam dan energi;
(3). Program utama industri;
(4). Program utama pertahanan dan keamanan;
(5). Program utama sosial, ekonomi, budaya, falsafah, hukum, dan perundang undangan.

Kesimpulan: Transformasi Industri adalah suatu proses interkasi antara perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
Transformasi industry merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi suatu bangasa jadi bisa memajukan negara tersebut nantinya,
Saran: sebaiknya suatu negara harus membuat suatu kebijakan untuk menggalakan program transformasi industry agar terjadi suatu perubahan kea rah yang lebih baik.

Selasa

Lab Internet Dasar

Universitas Gunadarma adalah Universitas yang sangat memajukan pengajarannya terutama di bidang informatika serta teknologi yang maju. sehingga hampir semua jurusan di bekali dengan kemampuan di bidang IT yang baik. untuk menunjang kemampuan IT yang baik itu Universitas Gunadarma juga memberikan praktikum- praktikum yang sangat bermanfaat sekali untuk kemajuan ITnya. salah satu Lab yang menunjang praktikum dengan menggunakan komputer adalah Lab Internet Dasar.
Lab Internet Dasar terletak di salah satu kampus yang berada di Margonda Raya Depok, yaitu kampus D gedung 3 lantai 2. Lab ini diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat 1 untuk menunjang kemampuan di bidang IT terutama mengenai pengetahuan internet secara mendetail.
Laboratorium Internet Dasar Gunadarma adalah tempat dimana saya dan semua mahasiswa gunadarma mempelajari semua hal tentang dasar-dasar internet. Disana kita mengetahui kapan pertama kali internet di ciptakan, siapa yang menciptakan dan siapa saja yang terlibat dalam pembuatan internet tersebut dan bagaimana awalnya inernet bisa kita nikmati hingga sekarang. Biasanya jika kita membuka internet yang terpikir oleh kita mungkin bermain game, chatting, mendownload lagu dan mencari tugas apa bila kita sedang ada tugas.
Tetapi di laboratorium internet dasar ini saya mempelajari fungsi internet dan kegunaan internet yang sebenarnya, tidak seperti yang kita lakukan sekarang apabila kita membuka internet pasti yang pertama kali kita buka facebook atau mungkin twitter. Kita juga belum banyak mengetahui fungsi yang sangat penting dengan internet. Bahwa sesungguhnya di internet kita bisa berjualan, berhubungan dengan dunia luar selain itu kita juga bisa mencari informasi yang kita mau.
Itu semua saya pelajari di Laboratorium Internet Dasar. Lab Internet Dasar (LABINTDAS) merupakan suatu wadah yang baik menurut saya. Karena dengan begitu kita bisa lebih mengetahui tentang internet dan yang mengajarpun bukan dosen seperti yang biasanya, tetapi senior-senior yang menurut saya kompeten dalam bidang tersebut. Dan dengan begitu kita bisa menjadi lebih dekat dengan para senior di kampus.
Tutor yang mengajar atau bertanggung jawab terhadap kelas saya bernama Fauzi. Menurut saya dia seorang tutor yang bersahabat dan baik dalam memberikan nilai. Bahkan dalam mengajarpun dia tidak pelit untuk memberikan nilai max atau +5 apabila ada yang bisa menjawab dengan tepat walaupun tidak tepatpun tidak masalah karena kita masih mendapatkan nilai +5.
Dalam laboratorium Internet Dasar setiap awal mulai praktikum kita diberikan tes awal dan disana kita diberikan waktu +/- 20 menit untuk menyelesaikannya. Dan setelah selesai kita diberikan tugas yang dinamakan LA (Laporan Akhir). Laporan akhir harus dikumpulkan minggu berikutnya dan harus dibawa bersamaan dengan kartu praktikum.
 Kesan dan Pesan:
Yang saya sayangkan dari lab internet dasar adalah kurangnya fasilitas internet dan komputer yang kurang memadai jumlahnya. dan juga komputer itu seperti tidak layak pakai. karena pada saat saya memasuki lab internet dasar saya menemukan komputer yang menyala tetpi mousenya tidak ada bola sebagai penunjuk arah dan juga keyboard yang tidak ada. sangat disayangkan,  Padahal dengan tutor yang berkompeten yang bisa mengendalikan kesalahan teknis di lab internet dasar  Tetapi alat yang dipakai didalam ruangan tdak memadai. Padahal ruangannya sudah cukup nyaman dan layak dikatakan sebagai lab yang layak huni atau layak dipakai.
Tetapi kekurangan itu tertutupi karena penjelasan yang diberikan oleh tutor saya, browsing internet dari hp saya yang sudah bisa digunakan untuk browsing internet. Tapi kalo difikir lagi kekurangan lab tersebut tidak usah mebuat kita menjadi kecewa atau bosan. Justru dengan kekurangan tersebut kita harus termotivasi untuk bisa mencari menggunakan alat yang ada di sekitar kita seperti HP agar kita bisa gunakan fungsinya dan juga kita harus belajar berkorban karena browsing dengan HP kita pasti mangalami kekurangan pulsa.
Tetapi seharusnya kita tidak usah memikirkan hal tersebut karena semua itu tidak berarti dengan ilmu yang kita dapat saat ini. Karena dengan adanya LABINTDAS (Laboratorium Internet Dasar) kita bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat, apalagi ini ilmu yang sangat berguna dimasa ini dan selanjutnya. Karena sekarang era globalisasi kita harus bisa menggunakan semua system yang ada saat ini termasuk Internet. Karena apabila kita tidak bisa menggunakan Internet kita bisa saja di cap orag yang gaptek atau gagap teknologi. Oleh karena itu kita harus bersyukur Karena kita masi bisa diberikan kesempatan untuk belajar hal ini di lab ini walaupun banyak kekurangan.

Senin

Modernisasi Pertanian

Pada sebagian besar Negara Sedang Berkembang, teknologi baru di bidang pertanian dan inovasi-inovasi dalam kegiatan-kegiatan pertanian meruapakan prasyarat bagi upaya-upaya dalam peningkatan output dan produktivitas. Ada 3 tahap perkembangan modernisasi pertanian yakni, tahap pertama adalah pertanian tradisonal yang produktivitasnya rendah. Tahap kedua adalah tahap penganekaragaman produk pertanian sudah mulai terjadi dimana produk pertanian sudah ada yang dijual ke sektor komersial, tetapi pemakaian modal dan teknologi masih rendah. Tahap yang ketiga adalah tahap yang menggambarkan pertanian modern yang produktivitasnya sangat tinggi. Modernisasi pertanian dari tahap tradisional (subsisten) menuju peranian moderen membutuhkan banyak upaya lain selain pengaturan kembali struktur ekonomi pertanian atau penerapan teknologi pertanian yang baru.
Untuk lebih jelasnya, saya akan membahas 3 tahapan tersebut satu persatu dengan lebih terperinci.

Pertanian Tradisional (Subsisten)
Dalam pertanian tradisional, produksi pertanian dan konsumsi sama banyaknya dan hanya satu atau dua macam tanaman saja (biasanya jagung atau padi) yang merupakan sumber pokok bahan makanan. Produksi dan produktivitas rendah karena hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana (teknologi yang dipakai rendah). Penanaman atau penggunaan modal hanya sedikit sekali, sedangkan tanah dan tenaga kerja manusia merupakan faktor produksi yang dominan.
Pada tahap ini hukum penurunan hasil (law of diminshing return) berlaku karena terlampau banyak tenaga kerja yang pindah bekerja di lahan pertanian yang sempit. Kegagalan panen karena hujan dan banjir, atau kurang suburnya tanah, tindakan pemerasan oleh oara rentenir merupakan hal yang sangat ditakuti para petani.

Pertanian tradisional bersifat tak menentu. Keadaan ini bisa dibuktikan dengan kenyataan bahwa manusia seolah-olah hidup diatas tonggak. Pada daerah-daerah yang lahan pertanianya sangat sempit dan penanaman hanya tergantung pada curah hujan yang tak dapat dipastikan, produk rata-rata akan menjadi sangat rendah dan dalam keadaan tahun-tahun yang buruk, para petani dan keluarganya akan meghadapi bahaya kelparan yang sangat mencekam.
Dengan melihat keadaan diatas, jelas bahwa dalam keadaan yang penuh resikio dan serta tidak ada kepastian seperti itu, para petani merasa enggan untuk pindah dari teknologi tradisional dan pola pertanian yang telah berpuluh tahun dipahaminya ke sistem baru yang akan menjamin hasil produksi yang lebih tinggi, tetapi masih ada kemungkinan mengalami kegagalan waktu panen (mempertahankan hidup) daripada usaha untuk memaksimalkan produk pertanianya.
Modernisasi pertanian
Di sektor pertanian kita dapat menyaksikan gejala modernisasi pada penggunaan teknologi baru didalam kegiatan produuksi pertanian. Penggunaan teknologi itu kemudian menggubah cara produksi, tehnik produksi dan hubungan-hubungan sosial di pedesaan.

Proses modernisasi di sektor pertanian
Sebagaimana diketahui dalam hasil penelitaian tim Study
Dinamika Pedesaan (SDP) dan Survey Agro Ekonomi (SAE)
dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak awal tahun 1970 an
di Indonesia telah terjadi proses modernisasi di sektor
pertanian. Hal itu ditandai penerapan tehnologi pertanian
modern seperti:
Proses modernisasi di sektor pertanian
1.Pengantian penggunaan tehnologi dari semula meggunakan pupuk kandang menjadi pupuk urea.
2.Pemakain bibit padi jenis unggul menggantikan jenis lokal
3.Pemakaian traktor bibit padi jens unggul menggnatikan jenis lokal 4.Pemakaian traktor pengganti bajak.
5.
Penerapan teknik irigasi baru dan
6.
Penggunaan mesin penggiling padi menggantikan timbul padi.

Contoh modernisasi di bidang pertanian
Modernisasi Irigasi adalah proses peningkatan manajerial dan keteknisan (berbeda dengan hanya merehabilitasi saja) dari suatu daerah irigasi dengan tujuan untuk memperbaiki penggunaan  sumber daya (tenaga kerja, air, ekonomi, lingkungan) dan pelayanan penyaluran air ke lahan usaha tani.

Tujuan dasar dari Modernisasi
Mengganti penyaluran air irigasi ke proses industri modern

Dampak modernisasi pertanian
Positif :Terbantunya pekerjaan manusia

Negatif :Berkurangnya kebutuhan tenaga kerja, Sekularisasi,liberalisasi
Tahap Pertanian Tradisional Menuju Pertanian Moderen
Mungkin merupakan suatu tindakan yang tidak realistik jika mentransformasikan secara cepat suatu sistem peranian tradisional ke dalam sistem pertanian yang moderen. Upaya unttuk mengenalkan tanaman perdagangan dalam pertanian tradisional seringkali gagal dalam membantu petani untuk meningkatkan tingkat kehidupanya. Menggantungkan diri pada tanaman perdagangan bagi para petani kecil lebih mengundang resiko daripada pertanian subsisten murni karena risiko fluktuasi harga menambah keadaan menjadi lebih tidak menentu.
Oleh karena itu penganekaragaman pertanian( diversified farming) merupakan suatu langkah pertama yang cukup logis dalam masa transisi dari pertanian tradisional (subsiten) ke pertanian moderen (komersial). Pada tahap ini, tanaman-tanaman pokok tidak lagi mendominasi produk pertanian, karena tanaman-tanaman perdagangan yang baru seperti; buah-buahan, kopi, teh dan lain-lain sudah mulai dijalankan bersama dengan usaha pertenakan yang sederhana.
Kegiatan-kegiatan baru tersebut meningkatkan produktivitas pertanian yang sebelumnya sering terjadi pengangguran tak kentara. Usaha-usaha ini terutama sekali sangat diperlukan di sebagian besar negara-negara Dunia Ketiga, dimana angkatan kerja di pedesaan berlimpah agar bisa dimanfaantkan lebih baik dan efisien.
Sebagai contoh, andaikan tanaman pokok menggunakan tanah hanya sebagian waktu dalam setahun, maka tanaman-tanaman perdagangan bisa ditanam pada waktu-waktu yang senggang dan bukan hanya tanah yang menganggur tetapi juga memanfaatkan tenaga kerja yang ada dalam keluarga.
Keberhasilan atau kegagalan usaha-usaha atau mentransformasikan pertanian tradisional tidak hanya tergantung pada ketrampilan dan kemampuan para petani dalam meningkatkan produktivitasnya, tetapi juga tergantung pada kondisi-kondisi sosial, komersial dan kelembagaan.

III. Pertanian Moderen
Pertanian moderen atau dikenal juga dengan istilah pertanian spesialisasi menggambarkan tingkat pertanian yang paling maju. Keadaan demikian bisa kita lihat di negara-negara industri yang sudah maju. Pertanian spesialisasi ini berkembang sebagai respons terhadap dan sejalan dengan pembangunan yang menyeluruh di bidang-bidang lain dalam ekonomi nasional. Kenaikan standar hidup, kemajuan biologis dan teknologis serta perluasan pasar-pasar nasional dan internasional merupakan motor yang penting bagi pembangunan ekonomi nasional.
Dalam pertanian moderen (spesialisasi), pengadaan pangan untuk kebutuhan sendiri dan jumlah surplus yang bisa dijual, bukan lagi tujuan pokok. Keuntungan komersial murni merupakan ukuran keberhasilan dan hasil maksimum perhektar dari hasil upaya manusia (irigasi, pupuk, pestisda, bibit unggul dan lain-lain) dan sumber daya alam merupakan tujuan kegiatan pertanian. Dengan kata lain seluruh produksi diarahakan untuk keperluan pasar. Kopnsep-konsep teori ekonomi seperti biaya tetap dan biaya variabel, tabungan, invesatasi dan jumlah keuntungan, kombinasi faktor-fakor yang optimal, kemungkinan-kemungkinan produksi yang optimum, harga-harga pasar, semuanya itu merupakan hal-hal yang sangat penting baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Pertanian moderen (spesialisasi) bias berbeda-beda dalam ukuran dan fungsinya. Mulai dari jenis pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran yang ditanam secara intensif, sampai kepada pertanian gandum dan jagung yang sangat besar seperti dai Amerika Utara. Hampir semuanya menggunakan peralatan mekanis yang sangat hemat tenaga kerja, mulai dari jenis tarktor yang paling besar dan mesin-mesin panen yang moderen. Keadaan atau gambaran umum dari semua pertanian moderen dalah titik beratnya pada salah satu jenis tanaman tertentu, menggunakan intensifikasi modal dan pada umumnya berproduksi dengan teknologi yang hemat tenaga kerja memperhatiak skala ekonomis (economic of scale) yaitu denga cara meminumkan biaya untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Untuk mencapai semua tujuan, pertanian moderen praktis tidak berbeda dalam konsep atau operasinya denga perusahan industri yang besar. Sistem pertanian moderen yang demikian itu sekarang dikenal denga agri-bisnis.

Kita telah mengetahui bahwa dalam hampir bagi semua masayrakat tradisional, pertanian bukanlah hanya sekedar kegiatan ekonomi saja, tetapi suda merupakan bagian dari cara hidup mereka. Setiap pemerintah yang berusaha menstranformasi pertanian tradisional haruslah menyadari bahwa pemahaman akan perubahan-perubahan yang mempengaruhi seluruh sosial, politik dan kelembagaan masyarakat pedesaan adalah penting. Tanpa adanya perubahan-perubahan seperti itu, modernisasi pertanian tidak akan pernah bisa berhasil seperti yang diharapkan.

Soal BAB Kemiskinan


1.      Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu, disebut kemiskinan....
a.       Absolut *
b.      Relatif
c.       Kultural
d.      Struktural

2.      Menurut Sharp, Ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya, Perbedaan kualitas sumber daya manusia, dan Perbedaan dalam akses modal. Termasuk dalam....
a.       Penyebab kemiskinan*
b.      Tujuan kemiskinan
c.       Ciri-ciri kemiskinan
d.      Dampak kemiskinan

3.      Kemiskinan terbagi menjadi berapa....
a.       3
b.      4*
c.       5
d.      2

4.      Jenis-jenis kemiskinan adalah....
a.       Absolut, relatif
b.      Relatiif, kultural
c.       Kultural, struktural
d.      Benar semua*

5.      Alternatif dan solusi untuk mengatasi kemiskinan adalah, kecuali....
a.       Mobilisasi tenaga kerja yang belum didayagunakan agar terjadi pembentukan modal
b.      Transfer sumber daya pertanian ke industri melalui mekanisme pasar
c.       Sektor pertanian berbasis teknologi menjadi sektor yang memimpin
d.      Memberi zakat*

6.      Ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya, Perbedaan kualitas sumber daya manusia, dan Perbedaan dalam akses modal adalah penyebab kemiskinan menurut
a.       Suguste comte
b.      Selo sumarjan
c.       Sharp *
d.      Pentiora

7.      Garis kemiskinan (poverty line) termasuk dalam :
a.       Kemiskinan relatif
b.      Kemiskinan struktural
c.       Kemiskinan kultural
d.      Kemiskinan absolut *

8.      Merosotnya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global, Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat, Biaya kehidupan yang tinggi, Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata, adalah penyebab kemiskinan menurut....
a.       Karimah Kiyyim
b.      Karimah Kuraiyyim *
c.       Karimah Kurayim
d.      Sharp

9.      Sejak masa apakah di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh....
a.       Klasik
b.      Modern
c.       Tradisional
d.      Neo-klasik *

10.  Kemiskinan absolut didasarkan pada besarnya..
a.       Produksi
b.      Distribusi
c.       Konsumsi *
d.      Tabungan
11.  Kemiskinan relatif umumnya di dasarkan pada,kecuali..
a.       Jumlah kebutuhan yang sangat bervariasi *
b.      Di bandingkan dengan lingkungan tinggal
c.       Pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing- masing pendapatan
d.      B dan C benar

12.  Berikut contoh badan yang mengurusi masalah kemiskinan, kecuali...
a.       Lembaga keuangan mikro
b.      Lembaga swadaya masyarakat *
c.       Komite penanggulangan kemiskinan
d.      Kelompok swadaya masyarakat

13.  Berikut macam- macam bantuan dalam mengatasi kemiskinan, kecuali...
a.       Bantuan Operasional Pembangunan
b.      Bantuan Langsung Masyarakat
c.       Kredit UMKM
d.      Pelatihan Kerja *

14.  Komite Penanggulangan kemiskinan menetapkan strategi  pengurangan angka kemiskinan, Yaitu...
a.       Mengurangi beban pengeluaran konsumsi dan meningkatkan produktivitas
b.      Menaikkan gaji pegawai negeri sipil dan penurunan suku bunga
c.       A dan B benar *
d.      A dan B salah

15.  Untuk lebih memfokuskan tujuan penanggulangan kemiskinan maka data penduduk miskin dikelompokkan dalam...
a.       Usia produktiv, usia belum produktiv, usia tidak produktiv *
b.      Usia muda, usia dewasa, usia tua
c.       Penduduk miskin atas, penduduk miskin menengah, penduduk miskin kebawah
d.      Semua benar

16.  Sebagai upaya untuk mewujudkan langkah-langkah konkret mempercepat pengurangan jumlah penduduk miskin di seluruh wilayah Indonesia, maka pada tanggal 7 Desember 2001 telah dikeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 124 Tahun 2001 tentang...
a.       memperlancar tugas dan fungsi KPK.
b.      Komite yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Presiden
c.       Komite Penanggulangan Kemiskinan menjadi wadah dalam perumusan kebijakan makro dan mikro
d.      Semua salah *

17.  Berapa persentase populasi penduduk miskin dalam data BPS pada tahun 1998?
a.       18,95%
b.      24,23% *
c.       11,34%
d.      14%

18.  Berikut ini adalah kelemahan dari UMKM...
a.       keterbatasan sumberdaya finansial
b.      sifatnya yang mikro dengan modal kecil
c.       tidak berbadan hukum dan manajemen
d.      semua benar *

19.  berikut adalah fungsi LKM...
a.       memberikan pelayanan kredit dalam skala besar tanpa jaminan, tanpa aturan yang ketat
b.      menjadi perpanjangan tangan dari lembaga keuangan formal
c.       A dan B benar *
d.      A dan B salah




20.  Keberadaan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sendiri juga memuat 3 (tiga) elemen kunci (versi dari Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia), kecuali...
a.       mempunyai karakteristik yang “merakyat”. Yaitu sesuai dengan ritme kehidupan sehari-hari dan menggunakan prosedur yang sederhana, tidak sarat aturan dan cepat.
b.      menyediakan beragam jenis pelayana keuangan—relevan dengan kebutuhan riil masyarakat yang dilayani.
c.       menggunakan prosedur dan mekanisme yang kontekstual dan fleksibel, agar lebih mudah dijangkau oleh masyarakat miskin yang membutuhkan pelayanan.
d.      melayani kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (masyarakat miskin menjadi pihak beneficiaries utama).*






Komentar

My Visitors

free counters